Home / DAERAH / PALI

Rabu, 30 Agustus 2023 - 22:25 WIB

Viral Isu Dugaan Mark Up Pengadaan Mobil Operasional Desa.!! Ini Tanggapan FK2D PALI.

foto/teks: sekertaris fk2d Rozali dan bendahara fk2d Bambang

PALI, BARRASUMSEL .COM– Mobil operasional desa yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat pada Kamis, (24/8/2023) lalu sukses di launching oleh Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)Heri Amalindo.

Launching pengadaan mobil operasional desa tersebut, menjadikan Kabupaten PALI, digadang- gadangkan sebagai Kabupaten pertama memiliki mobil operasional desa di Provinsi Sumsel.

Pengalokasian mobil operasional desa tersebut, dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang berasal dari APBD Kabupaten PALI tahun 2023.

Mobil yang dibeli merupakan jenis mini bus, dengan 8 seat tempat duduk merk Wuling, yang merupakan brand mobil asal China yang ada di Indonesia.

Produk dari Wuling juga merupakan salah satu merk yang penjualannya cukup baik.

Namun pengadaan mobil tersebut menimbulkan polemik dan diduga adanya Mark up dalam pembeliannya.

Isu tersebut menyebut kalau mobil Wuling yang di beli oleh desa merupakan type 5 seat tempat duduk bukan 8 seat.

Menanggapi adanya isu Mark up dari pengadaan mobil tersebut, Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Pali melalui Sekretaris Forum Rozali yang didampingi oleh bendahara Forum Husin Bambang Wibowo mengatakan kalau isu tersebut tidak benar.

“Terkait adanya isu yang beredar, harga mobil yang diduga di Mark up, di sini kami jelaskan dulu, bahwa mobil wuling yang dibeli oleh pihak desa kenyataan memang mobil itu 8 seat atau 3 baris tempat duduk, ya kalau kurang jelas silakan dicek langsung mobilnya atau konfirmasi ke pihak showroom,”ujar Rozali saat dikonfirmasi, Rabu (30/8/2023).

Baca juga  ICE-µ Premium Window Film Melampaui Target Penjualan di GIIAS 2023

Kemudian lanjutnya, terkait harga, secara otomatis ketika jumlah seatnya berbeda artinya harga juga berbeda, harga OTR untuk mobil Wuling type 8 seat itu Rp 179.600.000, harga tersebut merupakan harga OTR terbaru tahun 2023.

“Dari harga OTR itu, kami mendapatkan diskon bukan cashback seperti yang di isukan, jadi dari pembelian 48 unit mobil tersebut, kami mendapatkan diskon sampai Rp 20 juta,” terangnya.

“Diskon itu dari harga OTR Rp 179.600.000, dari harga tersebut kami tawar menjadi Rp 164 juta, Alhamdulillah disetujui oleh pihak Showroom, jadi harga yang dibayarkan Rp 164 juta per unit mobil yang dibeli dari total 48 unit mobil,”sambungnya.

Lalu kata Rozali, dari harga Rp.164 juta yang diberikan oleh pihak Showroom Wuling, harga tersebut ditambah Rp 11 juta, untuk Asuransi dan Branding Body mobil untuk setiap unit.

“Jadi Rp 11 juta tersebut dibayarkan untuk Asuransi Rp 5 juta selama satu tahun, kemudian Branding Rp 6 juta. Jadi harga mobil yang sudah di diskon dari harga Rp 164 juta per unit ditambah Rp.11 juta, total harga nya Rp 175 juta untuk satu unit mobil yang dibeli oleh pemerintah desa,”jelasnya.

Rozali juga mengatakan, terkait isu yang beredar menyebut adanya cashback Rp 20 juta dikalikan 65 Desa dengan total Mark up mencapai Rp 1,6 miliyar, itu tidak benar.

Karena menurut Rozali saat ini baru 48 desa yang melakukan pembelian Mobil Wuling dan itu bukan Chasback tapi mendapatkan diskon.

Pembayaran mobil tersebut dilakukan oleh pihak desa masing-masing ke Showroom mobil Wuling bukan melalui Forum Kepala Desa.

Baca juga  Curi Motor,Warga Tanjung Terang Dilumpuhkan Tim Elang 

“Forum Kepala Desa hanya mengkordinir pengadaan mobil tersebut, untuk pembayaran dilakukan pihak desa masing-masing bukan melalui Forum, “bebernya.

Sementara 16 Desa belum melakukan pembelian, dikarenakan Unit nya belum tersedia dan juga masalah Dana, hal itu juga tidak dipaksakan.

Pengadaan mobil operasional desa tersebut juga atas kesepakatan bersama dari rapat- rapat yang diadakan oleh Forum kepala desa sejak tahun 2022 lalu.

Dari kesepakatan rapat tersebut, kemudian Forum Kepala Desa mengajukan proposal ke Bupati Pali Heri Amalindo, dan disetujui oleh nya.

Rozali juga menjelaskan kenapa dipilih mobil brand asal China merk Wuling, dengan alasan yang pertama dari segi ukuran lebih besar Wuling dari type mobil sejenis merk lainnya.

“Kemudian untuk medan di desa, lebih bagus Wuling karena sasisnya lebih tinggi, dan Mobil Wuling ini memakai penggerak roda belakang, jadi beda dengan sejenis 1,2 merk lainnya yang memakai penggerak roda depan,”ungkapnya.

Pemilihan mobil merk Wuling ini berdasarkan kesepakatan bersama melalui rapat forum Kepala Desa.

“Kesepakatan itu juga ditandatangani dengan berita acara yang jelas dan daftar hadirnya jug ada, artinya tidak ada penekanan dari Forum Kepala Desa, terkait dengan pengambilan keputusan itu,” ucapnya.

Sebagaiman yang diharapkan oleh Bupati Heri Amalindo. Dengan hadirnya mobil operasional desa, kedepannya bisa meningkatkan kinerja serta kesejahteraan masyarakat.

“Apa yang sudah menjadi arahan dari pak bupati, kami siap untuk menjalankannya, “tandasnya. (B4RR4)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Ikuti Tradisi Bekarang Ikan Meriahkan HUT-RI ke-78 yang di Gagas Bupati PALI

PALI

PU TR PALI Lalai Dalam Pengawasan Gedung Kelurahan Talang Ubi Timur Tanpa Plang Informasi

PALI

Jalan Penghubung Desa Harapan Jaya dan Purun Timur Sudah di Aspal

Nasional

Rayakan HUT ke- 11 Partai Nasdem PALI Potong Tumpeng

PALI

Wabup PALI Tinjau Gorong-gorong Jebol dan Tanggapi Keluhan Masyarakat //kita tampung, kita kaji dan Secepatnya akan ditindaklanjuti.

PALI

KKKS Pertamina EP Adera Field Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Al-Muttaqin

Insfiratif

Kabupaten PALI Masuk Nominasi KKS 2023

PALI

Siap Ramaikan Kancah Perpolitikan,DPD Golkar PALI Targetkan Lima Kursi Pada Pilkada 2024