Home / DAERAH / Ekonomi / PALI

Jumat, 6 Oktober 2023 - 00:27 WIB

Sepi Pembeli, Omset Perajin Batu Bata di PALI Menurun //Dampak Musim Kemarau Kesulitan Air  Bersih dan Terkendala Pemasaran 

Foto/teks : Para perajin Batu Bata di Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

PALI, BARRASUMSEL .COM- Mengaku kesulitan Air pada saat musim kemarau sekarang ini para perajin pada sentra industri batu bata di Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI ) juga terkendala masalah pemasaran.

Para perajin batu bata ini mengaku tidak bisa produksi secara maksimal karena sulitnya mendapatkan air untuk mengolah tanah liat.

Selain itu terkendala pemasaran juga menghantui para perajin sejak beberapa bulan ini, karena permintaan batu bata dari konsumen langsung menurun. Penjualan batu bata terpaksa dilakukan melalui tengkulak, dengan harga murah.

Sarkum (60) yang telah 14 tahun menjadi perajin batu bata merah menjelaskan, akibat sulitnya mendapatkan air yang akan digunakan untuk mengolah tanah, mengakibatkan dirinya harus mengurangi hasil produksinya.

“Karena musim kemarau ini sumur sudah kering, jadi Air nya beli dengan harga Rp 200 ribu satu mobil tanki 5000 liter untuk 10 kubik pengolahan tanah liat, dan tentunya itu harus mengeluarkan modal tambahan lagi, jadi produksi saya kurangi,” Jelasnya, Selasa (3/10/2023).

Ia juga mengaku, bila dibandingkan dengan musim penghujan, dirinya bisa memproduksi bata merah secara maksimal karena kondisi air yang gampang dan pengolahan tanah yang mudah karena terkena air hujan.

“Kalau musim hujan, pengolahan tanahnya mudah karena terkena air hujan meskipun peroses pengeringan batu bata menjadi lebih lama bila dibandingkan dengan musim kemarau, namun tidak membutuhkan modal tambahan untuk membeli air”ungkapnya.

Tak hanya sulitnya mendapatkan air, dirinya juga  mengatakan terkendala masalah pemasaran dan modal.

Akibat sulitnya mendapatkan air dan terkendala pemasaran, menyebabkan turunnya produksi dan harga batu bata, sehingga membuat omset penjualannya menurun.

Baca juga  Tuntut Hak Lembur, Puluhan Karyawan PT MMU Aksi Mogok Kerja

“Susah Air dimusim kemarau, pemasaran yang kian sepi dan modal yang belum maksimal menjadi kendala yang kami hadapi saat ini,”ungkapnya.

Aprianto (35), perajin batu bata lainnya di wilayah tersebut juga mengatakan, saat ini kondisi industri batu bata sedang lesu. Biasanya, ia bisa menjual sekitar 10.000 batu bata per bulan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, batu bata produksinya sulit laku.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab lesunya pasar batu bata. Diperkirakan, hal tersebut akibat persaingan usaha dengan perajin batu bata dari daerah lain diluar Kabupaten.

“Kebanyakan masyarakat dan kontraktor proyek di PALI ini, pesen batu bata dari daerah lain, beli batu bata dari Ujan Mas dan Palembang, sehingga pemasaran batu bata di tempat kami sepi,”imbuhnya.

Padahal menurutnya kualitas batu bata nya sama saja, dan juga harga yang dijual oleh perajin batu bata Desa Karta Dewa lebih murah dibandingkan daerah lain karena ongkos kirim nya tidak begitu besar.

“Rata-rata perajin disini jual batu bata perbiji Rp 550 perak kalau beli langsung di bangsal, jika di antar dalam wilayah Kabupaten PALI kami jual dengan harga Rp 700 perbiji dan ini lebih murah dari daerah lain, karena ongkos kirim nya tidak terlalu mahal,”terangnya.

Agar tetap bisa menjalankan usahanya, Aprianto terpaksa menjual batu bata produksinya kepada tengkulak. Meskipun demikian, harga batu bata ke tengkulak murah, hanya sekitar Rp 300 perbiji batu bata.

Apabila dijual langsung ke konsumen, harga batu bata bisa mencapai Rp 550  hingga Rp 600 rupiah per biji.

“Perajin terpaksa menjual batu bata ke tengkulak, karena mereka terjerat hutang. Selama ini, mereka biasa menghutang bahan bakar kayu kepada tengkulak. Jadi ya harus dijual ke mereka, untuk nutup hutang,” ujarnya.

Baca juga  Peduli Kaum Dhuafa Mata Peduli dan PBB PALI Bagikan Puluhan Paket Sembako

“Rata-rata perajin disini hanya memproduksi batu bata sebagai sumber pendapatan nya, jadi mau tak mau agar usahanya tetap berjalan di jual murah ke tengkulak, “sambungnya.

Akibat kondisi tersebut, keuntungan perajin batu bata sangat tipis. Untuk biaya produksi 10.000 batu bata, Aprianto mengaku membutuhkan biaya sekitar Rp 3,5 juta.

Biaya tersebut terdiri dari biaya cetak, pembelian kayu, biaya tenaga pembakar batu bata, biaya operasional pembakaran, biaya beli Air, serta biaya pengolahan tanah liat dan biaya lainnya.

“Untuk menghasilkan 10.000 batu bata jika menggunakan mesin press dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Dalam 10.000 batu bata tersebut harga jualnya hanya berkisar Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta, jadi hanya mendapatkan untung Rp 1 juta hinggah Rp 1,5 juta dalam setiap 10.000 batu bata,” tambahnya.

Jika cetak secara manual tanpa mesin, Aprianto mengatakan paling banyak dalam sebulan hanya mampu mencetak 6000 batu bata.

“Dari 500 bangsal batu bata di desa Karta Dewa hanya 3 orang yang mempunyai mesin press, kebanyakan cetak secara manual, “tuturnya.

Aprianto berharap ada kepedulian dari pemerintah setempat untuk membantu pemasaran batu bata dari para perajin yang saat ini mengalami kesulitan menjual batu bata.

Saat ini ada sekitar 200 ribu batu bata dari perajin batu bata yang belum laku dijual karena sepi nya pembeli.

“Selain itu kami juga berharap ada bantuan mesin press untuk memudahkan produksi dan bantuan sumur bor agar para perajin tidak kesulitan Air dimusim kemarau, “harapnya. (B4RR4)

Share :

Baca Juga

Kriminal

Maling Motor Beraksi Terekam CCTV,Dua Motor Warga Raib Saat Bulan Puasa

PALI

Serahkan Dokumen Pendaftaran Bacaleg,DPC PKB PALI Targekan 6 Kursi Dewan

PALI

Bikin Resah,!!! Tiga Begal Gasak Motor IRT

DAERAH

Ayong’ Raih Suara Terbanyak di Dapil 2 Muara Enim // Berdasarkan Hasil Sementara Pleno Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

PALI

Pertanyakan Anggaran Kehumasan, Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Bupati PALI

PALI

Polres PALI Gelar Gerai Vaksin Massal di Desa Air Itam

PALI

Operasi Senpi Musi 2023 Polres PALI Himbau Masyarakat Serahkan Senpi Rakitan 

PALI

Bahayakan Pengguna Jalan,Dinas PU TR PALI Perbaiki Jalan Penghubung Talang Pipa-Perpov