Home / PALI

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 19:31 WIB

Pipa Transfer Migas Bocor Akibat Korosi Di Air Itam, PHR RT Terus Lakukan Koordinasi Dengan Pemilik Lahan*//warga akan tempuh jalur hukum

foto/teks: kebocoran pipa di kebun warga

BARRASUMSEL.COM, PALI, – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Raja Tempirai mengakui terjadinya kebocoran pipa line transfer cluster A di dekat Simpang Sumur A3 & A4 desa Air Itam Barat, pada tanggal 6 Agustus 2022 yang lalu akibat pipa tersebut korosi.

Tak ayal, pipa minyak dan gas yang bocor itu sontak langsung mencemari kebun warga yang berada di lokasi tersebut.

Kebun tersebut diketahui milik Sucipto Mulyadi, warga Desa Air Itam, kecamatan Penukal.

Pada saat itu pun, warga takut untuk menyadap karet karena bau migas yang menyengat, yang bisa mengancam keselamatannya.

Madi Apriyadi, tokoh masyarakat sekaligus keluarga dari Sucipto Mulyadi menuturkan bahwa pihaknya saat ini sudah melayangkan somasi kepada perusahaan per tanggal 26 September 2022 lalu.

“Kami akan menempuh jalur hukum jika tidak ada etikad baik dan permohonan maaf dari pihak perusahaan. Baik itu menuntut pihak perusahaan dengan tuntutan pidana maupun perdata dan membuat laporkan kejadian ini ke dinas lingkungan hidup karena ini juga memuat isu pencemaran lingkungan,” tegas Madi.

Baca juga  Sidak.!! Kapolres PALI Himbau Pemilik SPBU Beracung Tingkatkan Pelayanan 

Mantan aktivis mahasiswa itu juga menambahkan bahwa pihak perusahaan terkesan angkuh dan arogan.

“Salahsatu humas Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai (PHE RT) tidak mau menemui dirinya di kota Palembang, untuk menyelesaikan masalah itu dengan alasan tidak ada uang transportasi. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, humas PHE RT membuat pernyataan ke pemilik kebun bahwa tidak ada ganti rugi, hanya ada ganti pupuk yang dijadikan uang,” ucap Madi.

Ia sangat berharap Pemerintah hingga SKK Migas hadir untuk menyelesaikan masalah ini.

“Tolong, Pertamina, Pemerintah dan SKK Migas, tindak tegas perusahaan yang mengabaikan lingkungan. Masyarakat selalu menjadi korban dari perusahaan yang seperti ini, hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.

Baca juga  Meriahkan HUT RI Ke-77 Warga Rt 08 Rw 04 Simpang Raja Gelar Berbagai Macam Perlombaan 

Sementara itu, Hangge Daud Wahyudi humas PHR RT menuturkan bahwa kebocoran pipa line transfer cluster A dekat sumur A3 dan A4 memang karena pipa korosi.

Oleh karena itu, pihaknya setelah kejadian itu langsung cek lokasi dan melakukan pembersihan sesuai dengan SOP.

“Pembersihan lahan dengan disedot minyak yang berada di tanah, pengerusakan tanah yang terkena minyak, dan penggantian tanah baru pada tanah yang di keruk, selanjutnya sudah dilaksanakan pembersihan pada area tumpahan dan penggantian pipa yang bocor,” ucapnya.

Pihak PHE RT melalui humas, diklaim Hangge terus berkoordinasi dengan pemilik lahan yang diserahkan kepada Madi Apriadi.

“Selain itu telah bersilahturahmi kepada Agus Salim, Kades Air Itam dan keluarga yang berada di Air Itam. Untuk kompensasi yang akan diberikan diperoleh dari hasil justifikasi luasnya lahan terkena tumpahan minyak dan obat penyubur tanah,” tutupnya. (BR)

Share :

Baca Juga

Barra Smart

Mudahkan ASN di Bumi Serepat Serasan Berangkat ke Tanah Suci, Pemkab PALI Teken MOU Dengan Bank Panin Dubai Syariah

Kriminal

Maling Motor Beraksi Terekam CCTV,Dua Motor Warga Raib Saat Bulan Puasa

Insfiratif

Akan Membangun Daerah.!! Junaidi Anuar Caleg Gerindra, Siap Tampung Aspirasi Masyarakat

PALI

PEP Adera Field Bantu Perbaikan Pipa KSO Betun Selo

PALI

Dinas kesehatan PALI Gelar Lomba Balita Sehat Indonesia Tingkat Kabupaten

PALI

Abaikan SOP, Pengerjaan Pembangunan Jembatan Beracung Bermasalah

Kriminal

Curi Motor,Warga Tanjung Terang Dilumpuhkan Tim Elang 

Nasional

Menteri Kesehatan RI Berikan Penghargaan 10 Tahun Bebas Frambusia Kepada Kabupaten PALI