Home / Ekonomi / PALI / SUMSEL

Kamis, 18 Mei 2023 - 18:27 WIB

Miris.!! Warga Transmigrasi Sungai Jelike Tempirai Selatan Telantar 

FOTO/TEKS: KONDISI RUMAH DAN LAHAN YANG BELUM LAYAK 

BARRASUMSEL.COM, PALI– Menyedihkan, Warga penghuni Transmigrasi Sungai Jelike Tempirai Selatan Desa Tempirai Selatan kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI Terlantar, makan hanya dengan nasi putih.

Hal ini dikarenakan jatah hidup (Jadup) berupa sembako yang sejatinya mereka dapatkan dari Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PALI sudah tidak mereka nikmati tiga bulan terakhir.

FOTO TEKS: WC TERBUAT DARI PAPAN

Sugiharto (40) salah satu Transmigrasi dari Semarang Jawa Tengah mengakui sudah tiga bulan dia dan rekan-rekannya tidak mendapatkan Jadup berupa sembako dari pemerintah terutama Disnakertrans PALI.

“Jaminan hidup itu berupa bahan-bahan kebutuhan pokok, seperti , gula, ikan asin, minyak tanah, dan minyak goreng. Jatah itu diberikan per bulan pada setiap keluarga transmigran.”ungkapnya

Menurut Sugiharto untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka belum bisa menghasilkan.

” dikarenakan lahan usaha untuk bercocok tanam yang dijanjikan oleh pemerintah belum bisa digarap, untuk saat ini kami masih mengelola lahan pekarangan untuk bercocok tanam, namun,lahan yang kami olah sudah tiga kali dilanda banjir dan gagal panen,”jelasnya.

Baca juga  SKK Migas Desak Pertamina Adera Ganti Pipa Tua, Karena Sudah Sering Terjadinya Kebocoran 

FOTO TEKS: LOKASI PEKARANGAN RUMAH PASCA BANJIR

Tambah Sugiharto untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka bekerja serabutan dan meminta bantuan keluarga dari pulau jawa.

” boro- boro kami yang kirim uang kepada mereka, yang ada malah kami yang pinjam uang untuk memenuhi kebutuhan hidup disini,” paparnya

Lanjut, Sugiharto menjelaskan bahwasanya selama hampir 6 bulan menempati lokasi transmigrasi mereka seolah tidak diperhatikan baik dari Disnaker Provinsi maupun Kabupaten.

” karena pada kenyataannya memang begitu,mulai dari kelayakan rumah,jadup , kelayakan tempat kami bekerja tidak sesuai dengan apa yang dikatakan pak menteri waktu di Jogja . karena pak menteri pernah menyampaikan bahwa setiap transmigrasi yang didatangkan kelokasi harus clean and clear artinya tidak ada lagi permasalahan tanah desa,dengan perusahaan atau dengan tanah yang akan kami kelola, ” Jelasnya lagi.

Baca juga  Devi Harianto Tidak Maju Pileg,Nyatakan Siap Maju Pilkada PALI 2024 

Pantauan di lapangan .Kamis (18/05), Selain hanya makan nasi putih, kawasan perumahan Transmigrasi ini belum ada jaringan listrik,akses jalan yang memadai dan warga juga kesulitan memperoleh air bersih sehingga harus memanfaatkan air sungai yang terkadang kalau banjir bercampur dengan kotoran dari septictank yang hanya terbuat dari papan dan penutup kayu.

Ditempat yang sama,Dedi (47) warga Transmigrasi sudah berapa kali menyampaikan kepada pihak Disnakertrans PALI,akan tetapi sampai saat ini belum ada penjelasan.

” Kasihan kami, kemana lagi kami warga transmigrasi mengadu sanak dan kluarga jauh Kami menuntut dipindahkan ke daerah lain atau dipulangkan ke daerah asal kalau tidak ada kejelasan,” Tegasnya.(B4RR4)

Share :

Baca Juga

PALI

Reses ke 1 DPRD PALI Dapil 3,Wakil Ketua M.Budi Hoiru Tinjau Lokasi Rawan Longsor

PALI

Sidak ke SPBU Beracung  //* Kapolres PALI Efranedi: Memastikan Ketersedian BBM di Wilayah PALI Normal

DAERAH

Hoirillah Caleg PDI-P Dapil 1A Nomor Urut 1 Siap Perjuangkan Dunia Pendidikan dan Kesehatan 

PALI

Dukung Program PD Muhammadiyah Bupati PALI Berharap Dapat Berkolaborasi Bersinergi Mewujudkan PALI SERASI NIA

Nasional

Menteri Kesehatan RI Berikan Penghargaan 10 Tahun Bebas Frambusia Kepada Kabupaten PALI

PALI

Kasus Pengancaman Berakhir Damai Polres PALI Terapkan Restorative Justice Bagi Terlapor

DAERAH

Peringatan Hari Disabilitas Internasional,Bupati PALI Heri Amalindo “Kami Ada Untuk Kalian”

DAERAH

Pemilihan Putra Putri SMAKER 2024 SMK YPIP PERIS PENDOPO Sukses di Gelar