Home / Ekonomi / PALI

Kamis, 27 Januari 2022 - 19:22 WIB

Ingatkan Pedagang Untuk Jual Sesuai Ketetapan Pemerintah Disdagprin PALI Sidak Pasar

Foto: Plt. Kepala Disdagprin PALI, Ahmad Deni saat melakukan sidak di salahsatu toko di Pasar Tradisional Pendopo

Barrasumsel.Com_PALI– Terkait masih ditemukannya harga minyak goreng yang di atas Rp 14 ribu per liter. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko di Pasar Tradisional Pendopo, kecamatan Talang Ubi, kabupaten PALI, Kamis (27/1/2022).

Dari penelusuran yang dilakukan oleh Disdagprin PALI, para pedagang belum bisa menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp 14 ribu per liter, karena merupakan stok lama.

“Setelah kami telusuri, didapati pedagang menjual minyak goreng yang merupakan stok lama. Sehingga, dari penuturan pedagang, belum bisa menjual dengan harga yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Karena, harga modal beli minyak goreng dari agen di atas Rp 14 ribu per liter,” kata Plt. Kepala Disdagprin kabupaten PALI, Ahmad Deni, saat dijumpai usai menggelar sidak.

Baca juga  Pemkab PALI Kabupaten Pertama di Sumsel Gunakan Metode CACT Untuk Uji Kompetensi Pejabat Administrator

Namun, dalam kesempatan itu Ia juga mengingatkan serta menghimbau kepada para pedagang untuk menjual minyak goreng dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kalau kami sifatnya hanya mendata dan menghimbau. Sementara bilamana ada sanksi, akan ditindak oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres PALI. Masalah ini juga tidak hanya dialami di kabupaten PALI, tapi juga di daerah yang lain. Untuk itu, kami akan terus memantau informasi selanjutnya,” tutupnya.

Sementara itu, Sukir, salahsatu pedagang di Pasar Tradisional Pendopo, mengaku mengambil minyak goreng dari distributor Lampung Bumi Waras dan Sinar Alam Permai.

“Harga modal membeli minyak goreng dengan mereka (distributor, red) yakni Rp 17.500. Kalau kami jual Rp 14 ribu, rugi kami. Sementara stok minyak goreng itu kami ambil sudah lebih dari seminggu yang lalu. Sampai hari ini, kami masih menjual stok yang lama,” ujar Sukir.

Pihaknya tidak keberatan jika harus menjual minyak goreng sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah, namun tentu kami ingin tukar barang dengan distributor terlebih dahulu.

Baca juga  Cegah TPPO Pemerintah Kabupaten PALI Pakai Jurus Jitu Kolaborasi, Koordinasi, Komunikasi dan Aksi. 

“Misal, silahkan distributor atau agen ambil minyak goreng yang sudah kami beli serta kembalikan modal kami saat membeli. Kemudian, bawa minyak goreng dengan harga yang sudah disubsidi oleh pemerintah kepada kami. Sehingga, persediaan minyak goreng tetap ada. Intinya, kami akan jual murah jika harga suplay minyak goreng juga murah,” pungkasnya.

Edi Ayeng, salahsatu pedagang di pasar tradisional Pendopo juga mengungkapkan bahwa pihaknya menjual minyak goreng masih dengan harga Rp 18 ribu per liter.

“Kami menjual stok yang lama, bahkan sudah 10 hari barang itu kami ambil dari agen di Palembang. Untuk menjual minyak goreng yang mendapat subsidi dari Pemerintah, prosesnya sangat ribet dan sulit, harus bayar cash serta ngambilnya tidak bisa banyak,” ujarnya. (ass )

Share :

Baca Juga

Nasional

40 Kontingen KTNA Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ikuti PEDA KTNA XV DI OKU TIMUR

PALI

Hindari Polisi Tidur Di Depan Kantor Bupati PALI, Tiga Pemuda Tewas 

PALI

Sempat Buron,Mantan Sekwan PALI Arif Firdaus Terpidana Korupsi Berhasil Diamankan 

Nasional

Menteri Kesehatan RI Berikan Penghargaan 10 Tahun Bebas Frambusia Kepada Kabupaten PALI

DAERAH

Hoirillah Caleg PDI-P Dapil 1A Nomor Urut 1 Siap Perjuangkan Dunia Pendidikan dan Kesehatan 

PALI

Pertanyakan Anggaran Kehumasan, Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Bupati PALI

PALI

Rugikan Negara 3,5M Tiga Tersangka Normalisasi Sungai Abab Ditahan di Lapas II B Muara Enim

Insfiratif

Ajang Promosi dan Pelestarian Budaya, Disbudpar PALI Gelar Lomba PKD