Home / Ekonomi / Nasional / PALI

Sabtu, 10 September 2022 - 12:25 WIB

Harus Ada Penyesuaian Pasca BBM Naik, Pegiat Media Harap Harga Belanja Publikasi Juga Meningkat

foto/teks: ilustrasi 

BARRASUMSEL.COM, PALI – Pasca naiknya harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, para pegiat pers yang menggantungkan hidupnya dari industri media massa, berharap harga belanja publikasi berupa iklan dan advertorial juga meningkat.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Joko Sadewo, S.H, M.H., pemilik surat kabar PALI POST dan portal berita kabarpali.com, kepada beberapa awak media, Jumat (9/9/2022).

Menurut Josa, panggilannya, saat ini seluruh kebutuhan hidup mengalami peningkatan harga, sebagai efek domino dari naiknya harga BBM. Maka, penghasilan masyarakat juga mestinya harus ditingkatkan. Tak terkecuali para pekerja media. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka.

“Sekarang seluruh kebutuhan rumah tangga naik. Oleh karenanya pemerintah diminta turut mempertimbangkan untuk mendongkrak penghasilan masyarakat. Jika tidak, maka angka kemiskinan akan terus bertambah,” tuturnya.

Saat ini, tambah Josa, beberapa sektor mulai menyesuaikan harga. Dari jasa potong rambut, hingga ojek online pun telah menaikkan tarif mereka. Maka, sudah menjadi suatu keharusan jika harga belanja publikasi iklan dan advertorial juga naik.

“Para pekerja media massa menggantungkan hidupnya dari sumber utama penjualan iklan dan advertorial. Sedangkan biaya produksi media telah mengalami kenaikan. Terutama media cetak. Jika tak ada penyesuaian harga langganan, iklan dan publikasi advertorial, maka bukan tak mungkin akan banyak media massa yang tak bisa lagi survive, dan atau justru menempuh cara-cara yang melawan hukum dan melanggar etika profesi,” tukas pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini, khawatir.

Baca juga  Gerakan Ketahanan Pangan Pemdes Sinar Dewa Kelola Sayuran Hidroponik dan Budidaya Ikan Lele 

Oleh karenanya, menurut Josa, para mitra media massa, terutama pemerintah, mutlak harus melakukan penyesuaian harga publikasi tersebut, dan segera membuat dasar aturan. Termasuk memperbaharui Surat Perjanjian Kerjasama (SPK).

“Jangan sampai pemerintah seakan maunya menjual (BBM) dengan harga mahal, tapi giliran membeli (publikasi iklan) maunya harga murah. Ini zholim namanya!” tegasnya.

Untuk itu, ia juga mengajak seluruh insan pers di seluruh Indonesia memperjuangan kepentingan tersebut. Sehingga dapat menjadi perhatian khusus para mitra. Terutama pemerintah pusat maupun daerah.

“Ayo kita suarakan kepentingan kita ini. Jangan sampai terlupa, oleh asyiknya memperjuangan kepentingan pihak-pihak lain. Sedangkan urusan perut kita dan keluarga kita sendiri, justru terabaikan,” ajaknya.

Sebagaimana viral diberitakan belakangan ini, Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar bersubsidi, dan Pertamax pada Sabtu (3/9/2022). Hal itu pun sontak membuat harga jual barang dan jasa juga mengalami kenaikan.

Baca juga  BSB Pendopo Salurkan Kredit KUR Super Mikro Kelompok Tani Desa Sungai Langan

Diketahui, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, atau ada peningkatan sebesar 30,72%. Sedangkan harga Pertamax naik 16,00%, dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Ditambahkan oleh Ketua PWI PALI, M. Anasrul bahwa tidak ada salahnya bila pihak pemerintah maupun pihak lainnya yang menjadi mitra dari para awak media juga memikirkan perkembangan dan keberlangsungan hidup.

Apalagi dengan naiknya harga BBM, harga ongkos cetak hingga ongkos liputan juga ikut naik.

“Kami sangat berharap Pemkab PALI memikirkan nasib wartawan di PALI. Mengingat, kenaikan harga BBM, semua sektor terkena dampak. Sekarang solusinya yang nyata, pemangku kebijakan juga menaikkan tarif advertorial atau ada solusi lain, sehingga insan pers yang katanya pilar keempat pembangunan, tidak semakin terhimpit ekonomi,” ujar mantan aktivis pers mahasiswa itu. (BR)

Share :

Baca Juga

DAERAH

Proyek Pembangunan Drainase Gang Sukolaras Handayani dikeluhkan Warga // Diduga di kerjakan Asal-asalan Tidak Sesuai RAB dan Rusak Pasilitas Jalan

Familly

Miriis.!! Pencabulan Anak di Bawah Umur Terjadi di PALI, LBH PALI Turun Tangan

DAERAH

Asgianto ST Gelar Reses di Kecamatan Talang Ubi Serap Aspirasi Masyarakat

PALI

Ratusan Peserta PKD Kecamatan Talang Ubi Ikuti Tes Wawancara Pemilu 2024

DAERAH

Mengantisipasi Terjadinya Kecelakaan Berlalu Lintas Satlantas Dan Dishub PALI Survei Jalan Dua Arah

PALI

Jika Tidak Ada Kejelasan,Ratusan RT dan RW di PALI Ancam Akan Demo Ke Pemkab PALI

PALI

Bupati PALI Lantik SekDa Depenitif  *Kartika Yanti. SH.MH orang pertama di Indonesia dari kalangan Jaksa menjadi Sekda

Ekonomi

Disaat Pertamax Melonjak Disitulah Dompet Bergejolak //* Masyarakat sedang tidak baik-baik saja