Home / Uncategorized

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 07:07 WIB

ASA* PENERUS BANGSA PADA KURIKULUM MERDEKA*

Oleh : Nina Agustina, ST

Terhitung awal tahun pembelajaran 2022-2023 beberapa sekolah mulai menerapkan kurikulum baru yang dikenal sebagai kurikulum merdeka. Mengutip laman pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id tentang kurikulum merdeka disebutkan bahwa kurikulum merdeka muncul dilatarbelakangi oleh hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar.

Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemendikbudristek melakukan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) untuk memitigasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) pada masa pademi. Hasilnya, dari 31,5% sekolah yang menggunakan kurikulum darurat menunjukkan, penggunaan kurikulum darurat dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73% (literasi) dan 86% (numerasi).

Masih pada laman yang sama disebutkan perbandingan antara rancangan dan implementasi kurikulum sebelumnya dan arah perubahan kurikulum diantaranya adalah :

Rancangan dan implementasi kurikulum sebelumnya, struktur kurikulum yang kurang fleksibel, jam pelajaran ditentukan perminggu. Pada arah perubahan kurikulum, struktur kurikulumnya lebih fleksibel, jam pelajaran ditargetkan dipenuhi untuk dalam satu tahun

Rancangan dan implementasi kurikulum sebelumnya, materi terlalu padat sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Pada arah perubahan kurikulum, fokus pada materi yang esensial. Capaian pembelajaran diatur per fase bukan per tahun

Rancangan dan implementasi kurikulum sebelumnya, materi pembelajaran yang tersedia kurang beragam sehinggu guru kurang leluasa dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual . Pada arah perubahan kurikulum, memberikan keleluasan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Baca juga  Diduga Cemarkan Nama Baik dan Sebar Fitnah, Kades Tambak Terpilih Terancam Dipidana

Rancangan dan implementasi kurikulum sebelumnya, teknologi digital belum digunakan secara sistematik untuk mendukung proses belajar guru melalui berbagi praktik baik. Pada arah perubahan kurikulum, aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

Arah perubahan kurikulum menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan. Guru dan peserta didik menyambut baik perubahan kurikulum ini. Kurikulum yang dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Perubahan yang menyeluruh dimulai dari rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan hasil yang diinginkan yang tentunya akan terus menerus disempurnakan. Pro dan kontra adalah sebuah hal biasa dan wajar di setiap perubahan. Mengenal dan memahami lebih baik kurikulum baru yang dikenal sebagai kurikulum merdeka menjadi keharusan bagi kita agar dapat menerima dengan baik kurikulum ini dan tidak ada kebingungan dalam mengimplementasikannya.

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Pada laman pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id disebutkan bahwa kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah:

1..Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

2..Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

3..Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Karakteristik kurikulum ini menjadi harapan baru dunia pendidikan. Peserta didik sebagai objek pendidikan difasilitasi secara komprehensif menjadi manusia dan generasi yang ideal.

Pengembangan soft skills dan karakter yang sesuai profil pelajar Pancasila dibangun melalui pembelajaran berbasis projek. Peserta didik dimudahkan menguasai

Baca juga  Aswin Markosuma Kades Terpilih Raja Resmi di Lantik

materi esensial dengan fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Pendidik sebagai ujung tombak dunia pendidikan dimudahkan dengan adanya fleksibiltas untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar ke-19 bertajuk “Rapor Pendidikan Indonesia” mengungkapkan Kurikulum Merdeka hadir untuk menanggulangi krisis pembelajaran di Indonesia.

Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan berdampak pada terciptanya generasi yang adaktif yang mampu bertahan menghadapi perubahan zaman dengan ‘kekuatan’ mereka sendiri

Peserta didik kita saat ini akan menghadapi keadaan yang tidak sama dengan keadaan saat ini. Perubahan keadaan masa depan mau tak mau harus kita hadapi dan kita siapkan. Persiapan soft skills dan karakter yang kuat sesuai dengan profil pelajar Pancasila adalah beberapa hal yang akan menambah ‘kekuatan’ peserta didik kita menghadapi perubahan zaman.

Dengan demikian implementasi kurikulum merdeka akan membuat perubahan besar terhadap pendidik dan juga peserta didik. Mengedepankan proses pembelajaran yang esensial dan minat bakat akan melahirkan interaksi yang menyenangkan dan menciptakan ruang pembelajaran yang lebih positif dan lebih merdeka. Pendidik dan peserta didik akan terus berkembang melalui praktik-praktik baik diruang pembelajaran.

Dengan ‘kendaraan’ kurikulum merdeka kita berharap perubahan kualitas pendidikan kearah yang lebih baik. Sebagai pendidik, mari kita bergerak bersama bahu membahu mewujudkan visi pendidikan kita yaitu pendidikan harus dapat mengantarkan peserta didik menjadi manusia merdeka, mandiri, dengan karakter dan kompetensi yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila.

*Pendidik pada SMA Sanudin Pangkalan Balai Banyuasin Sumatera Selatan*

Share :

Baca Juga

PALI

Aklamasi..Muhammad Azwarsyah Resmi Ketuai DPC PPP PALI Periode 2022-2026

PALI

Diduga Cemarkan Nama Baik dan Sebar Fitnah, Kades Tambak Terpilih Terancam Dipidana

Uncategorized

Awas Tertipu! Begini Cara Bedakan Madu Asli dan Palsu

PALI

Aswin Markosuma Kades Terpilih Raja Resmi di Lantik

PALI

Bikin Malu.!! Warga Minta Kades Purun Timur Diberhentikan 

PALI

Akses Menuju ke Sekolah Sulit Dilalui Siswa SMKN 1 Tanah Abang Tempuh Jalan Licin dan Berlumpur

Barra Smart

Pererat Kemitraan, Kapolres PALI Ajak Wartawan Ngobrol Bareng 

Familly

Miriis.!! Pencabulan Anak di Bawah Umur Terjadi di PALI, LBH PALI Turun Tangan